Senin, 19 Maret 2012

Tanaman Gelombang Cinta



Gelombang Cinta : Masih Cinta?
Posting by : Kuspriyanto

HARGANYA pernah menyentuh level yang fantastis. Bagaimana tidak, tanaman yang termasuk dalam Divisi : Magnoliophyta, Kelas : Liliopsida, Ordo: Alismatales, Famili: Araceae, Genus: Anthurium ini pernah membikin ‘heboh’ semua orang, mulai hobiis, pedagang tanaman hias, spekulant sampai para ibu rumah tangga yang dulunya tidak pernah menanam bunga sekalipun tiba-tiba ‘rame-rame’ ingin menanamnya.

Pada kurun waktu sekitar tahun 1997-2008-an , para pedagang tanaman hias pernah berjaya mengeruk rupiah. Biji sebesar biji jagung tanaman ini, dijual dengan harga Rp.5.000 hingga Rp.10.000,- , bahkan kalau sudah tumbuh dengan daun 5 hingga 7 lembar dapat dijual hingga satu setengah juta rupiah. Akibatnya, para spekulan memburu sampai ke pelosok kampung untuk mencari keberuntungan tanaman ini.


Kini , tanaman yang konon berasal dari benua Amerika yang memiliki nama latin : Anthurium Plowmanii Croat , dalam bahasa Inggris “Anthurium Wave of Love” ini nampaknya turun pamornya pada level yang biasa-biasa saja. Kendatipun demikian Gelombang Cinta tetap menawarkan pesona daunnya. Sosok daunnya yang hijau tebal dan meliuk-liuk serta tahan lama ini, cocok sebagai tanaman hias out door maupun in door. Tanaman Arthurium berkembang pesat di daerah tropis, seperti di Indonesia. Diperkirakan populasi spesies Anthurium telah mencapai lebih dari seribu jenis. Di kalangan para penggemar tanaman hias, seperti jenis Anthurium Jemani, Anthurium Hokeri, Anthurium Keris , Anthurium Superboom , tidak ketinggalan “ Anthurium Plowmanii Croat , yang dikenal sebagai Gelombang Cinta), serta jenis-jenis Hibrid yang lain.

Tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik , mulai dataran rendah hingga dataran tinggi pada ketinggian sampai 1400 m dpl. Tanaman ini membutuhkan intesitas cahaya matahari cukup sekitar 30-60% . Intensitas cahaya yang terlalu tinggi , bisa menyebabkan tanaman akan menguning dan warna daun memudar. Sebaliknya bila intensitas cahaya terlalu rendah , maka pertumbuhan tanaman kurang optimal, produktivitas bunga menurun serta batang menjadi lunak.

Pemeliharaan
Sebagaimana tanaman hias yang lain, memerlukan pemeliharaan atau perawatan sebaik mungkin, yang meliputi penyiraman , pemupukan, pengelapan (membersihkan daun dari debu dan kotoran yang menempel), memotong daun yang menguning. Demikian pula , mengganti pot dan sekaligus media karena ukuran tanaman dan potnya sudah tidak sesuai.
Penyiraman dilakukan dengan alat semprot dan dikenakan keseluruh bagian tanaman, disesuaikan kondisi media agar tidak terlalu lembab atau terlalu kering , sekitar 2-3 hari sekali.
Kemudian pemupukan , sebaiknya menggunakan pupuk majemuk NPK yang penyediaannya lambat (slow riliaze) setiap 2-3 bulan sekali dengan dosis sesuai anjuran. Disamping itu perlu diberikan pupuk daun setiap 1-2 minggu sekali. Agar diperhatikan apabila menggunakan pupuk daun dengan penyemprotan , diperhatikan benar konsentrasikan agar sesuai anjuran dengan teknik yang benar, karena kesalahan penyemprotan bisa menyebabkan daunnya menjadi kering.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar