Senin, 12 Desember 2011

Menanam Sawo


Menanam Sawo Dalam Pot
Posting by : Mas Kus

Tanaman Sawo atau dalam bahasa Latin Achras Zapota ini termasuk tanaman yang relatif mudah dibudidayakan. Dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Hampir sembarang tanah dapat dipergunakan untuk menanam Sawo, hanya saja tanah yang gembur dan cukup lembab sangat sesuai untuk ditanami pohon Sawo.

Tanaman Sawo dikenal ada beberapa jenis, yang antara lain Sawo Manila dan Sawo Appel. Sawo Manila buahnya lonjong, rasanya manis dan berair. Sedangkan Sawo Appel umumnya kurang manis rasanya dan banyak mengandung getah.

Untuk menanam Sawo tidak terlalu sulit. Ada tiga cara. Pertama, dengan menanam dari biji. Kedua, dengan cara mencangkok batangnya. Ketiga , dengan cara mengokulasi. Tanaman yang berasal dari biji akan menjadi pohon yang tinggi, dan lama berbuahnya, sedangkan tanaman yang berasal dari cangkokan dan okulasi pohonnya tumbuh tidak tinggi dan cepat berbuah. Oleh karena itu menanam Sawo dalam pot, sebaiknya menggunakan bibit yang berasal dari cangkokan atau bibit okulasi.

Perawatan tanaman Sawo tidak jauh berbeda dengan tanaman yang lain, dilakukan penyiraman apabila diperlukan dan dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik maupun anorganik seperti pupuk Majemuk Dekastar 6-13-25, atau pupuk Majemuk yang lainnya.
Dalam kondisi yang bagus, sekitar 3-5 tahun pohon Sawo sudah dapat menghasilkan buah.

Pohon Sawo sebaiknya dipetik sebelum masak benar. Karena jika buahnya dibiarkan masak di pohon, biasanya banyak yang terjatuh sehingga tidak bisa dinikmati. Oleh karena itu, buah Sawo sebaiknya dipetik sebelum masak , kemudian diperam.
Buah Sawo, mengandung banyak vitamin yang antara lain : dari setiap 100 gram bagian buah Sawo yang dapat dimakan mengandung energi 92 kkal, hidrat arang 224 gr, Vit A 18 RE, Vitamin C 21 gram, 75,5 % Air dan 2,2 gr Serat Makan.

(Majalah Femina Edisi 8/XX, Diktat UPMMR dan lain-lain)

Rabu, 07 Desember 2011

Menanam Kuping Gajah


Kuping Gajah Penghias Halaman
Posting by : Mas Kus

KUPING GAJAH atau Anthurium cristallianum merupakan tanaman hias yang relatif mudah ditanam. Tanaman hias daun yang termasuk dalam suku Araceae ini sering kita jumpai menghiasi halaman rumah, yang ditanam dalam pot cantik ataupun ditanam menggunakan kaleng bekas pun ‘bisa jadi’. Bentuk daunnya yang lebar dan besar selebar telinga gajah mungkin membuatnya dikenal dengan nama popular Kuping Gajah. Tetapi yang pasti daunnya lebar seperti daun keladi yang berbentuk jantung dan jenisnya cukup banyak.

Tanaman yang konon memang bukan Indonesia asli ini berasal dari Amerika Latin. Dapat tumbuh cukup baik di dataran rendah maupun tingggi, asalkan syarat hidupnya terpenuhi. Yaitu tanahnya subur berhumus, lembab dan teduh. Karena sinar matahari langsung tidak begitu disukai tanaman kuping gajah, sehingga diperlukan peneduh tanaman atau atap yang mampu menahan sinar matahari berlebihan.

Seperti menanam tanaman dalam pot , disiapkan media berupa campuran tanah yang subur, pupuk kandang atau kompos dan pasir dengan perbandingan 1 :2:1. Dasar pot perlu diberi lubang untuk melancarkan pengeluaran air sewaktu penyiraman. Kemudian agar air rembesan tidak mengotori lantai di bawah pot perlu diberikan alas.

Sedangkan untuk memperbanyak tanaman ini, biasanya dilakukan dengan memotong tunas anakan / rumpun dari tanaman induk. Perawatan yang lain berupa pemupukan dengan mengunakan pupuk anorganik (misal Dekastar Daun ) maupun pupuk organic. Penyiraman juga agar rutin dilakasanakan jangan sampai terlupa.

Senin, 28 November 2011

Bertanam Belimbing dalam Pot




Menikmati Indahnya Buah Belimbing dalam Pot
Posting by: Mas Kus

TANAMAN Belimbing (Averrhoa Carambola) , ini merupakan tanaman yang relatif mudah dibudidayakan. Bahkan tanaman ini lazim ditanam dalam pot dengan perawatan yang standar dapat menghasilkan buah. Tanaman ini paling ideal ditanam di daerah dataran rendah dengan ketinggian s/d 300 m dpl.
Berikut ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan apabila hendak menanam buah ini dalam pot

1 Siapkan bibit belimbing yang akan ditanam, dapat diperoleh di penjual bibit buah-buahan, baik hasil okulasi atau cangkok . Pilihlah bibit dengan batang yang kokoh serta daun-daunnya sehat.
2 Siapkan pot dengan ukuran disesuaikan bibit yang akan ditanam
3 Masukkan media bertanam yang terdiri dari campuran tanah subur, sekam dan pupuk kandang.
4 Pemupukan dengan memberikan pupuk NPK (Dekastar atau NPK 15-15-16) , caranya untuk Dekastar cukup ditaburkan disekitar tanaman 1 sendok teh 2 sampai 3 minggu sekali sudah memadai , sedangkan kalau NPK berimbang sebaiknya dilarutkan dalam air 1- 2 gram /ltr air, diberikan 2 kali per minggu.
5 Lakukan penyiraman 1-2 hari sekali. Agar jangan telat dalam penyiraman , dapat berakibat daunnya menguning dan rontok. Sedangkan agar buahnya lebih bagus, perlu dilakukan pemangkasan ranting kering atau seusai panen.
6 Untuk mencegah lalat buah , perlu dilakukan pembrongsongan , atau dengan memasang lem perangkap lalat buah yang di pasang di sekitar tanaman.
7 Apabila tanaman ini dapat dirawat dengan baik , maka buahnya akan susul menyusul sepanjang waktu. Bisa dinikmati untuk sekedar hoby, selingan refreshing lewat berkebun.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.